Bhinneka Tinggal Kata

March 9, 2011 | | 1 Comment

Sadar. Ada yang berbeda

Sadar. Perbedaan itu tidak dapat dihindari

Sadar. Walau berbeda tetapi jangan sampai terpecah

Sadar. Harus tetap bersatu untuk bertahan

Sadar. Ternyata perbedaan itu indah..

Mungkin dari kesadaran-kesadaran ini maka semboyan Bhinneka Tunggal Ika muncul dan jadi pedoman bangsa Indonesia dalam memaknai perbedaan. Saya percaya sampai detik ini, semua masih memiliki kesadaran yang sama. Ya. Semua. Sampai kepada anak-anak, yang walau sadar bekalnya berbeda dengan temannya, tapi ia tetap makan.

Read more

Kiamat Sebelum Waktunya

February 8, 2011 | | 1 Comment

If we do not end war - war will end us. Everybody says that, millions of people believe it, and nobody does anything. ~ H.G. Wells

Kiamat Sebelum Waktunya

Sangkakala belum berbunyi, langit memang belum terbelah, Tuhan belum datang (secara resmi). Tapi tunggu dulu, sepertinya saya mencium hujan darah, dan, oh, nama Tuhan begitu nyaring dikumandangkan. Binatang-binatang laknat lahir dari perut bumi. Berkepala seribu. Lebih mengerikan dari apa yang dituliskan dalam wahyu. Hebatnya lagi, binatang ini pecinta Tuhan, katanya. Beberapa binatang ada yang berdasi, makanannya uang. Tidak kenyang kalau bukan uang milik yang lain. Binatang ini punya kursi, kursinya mahal, eh, binatang mana bisa duduk dan uncang-uncang kaki? Cuma binatang-binatang ini lah..

Siapa sih Tuhan sampai diperbincangkan sedemikian rupa? Ya, benar, Tuhan adalah Tuhan. Tak bernama, tak bertuhan, tak beragama, karena dia Tuhan. Lalu apa pekerjaan Tuhan? Sepertinya tidak sesibuk pengikut-pengikutNya yang sok sibuk. Setau saya, pekerjaan Tuhan hanya satu, dan itu yang saya percayai sehingga menjadi kepercayaan saya selama ini, yaitu mencintai. Mahatma Gandhi pernah bilang “I like your Christ, I do not like your Christians. Your Christians are so unlike your Christ.” Saya tidak berbicara (hanya) kekristenan di sini. Kutipan Ini hanya contoh kecil untuk menggambarkan apa yang membedakan Tuhan, agama, dan pengikutnya. Yang saya bingung, sebenarnya siapa yang lebih berkuasa, Tuhan atau pengikutnya? Kenapa banyak yang capek-capek “membela” Tuhannya sampai harus membunuh, baik secara fisik ataupun mental. Tuhan salah apa sampai perlu dibela?

Entah sebenarnya beberapa orang telah sakit, sampai berpikirpun seolah suram, melihat perbedaan seperti perampok yang hendak merampok keluarganya, atau ada yang membuat orang-orang ini sakit? Ada fenomena menarik di balik sesuatu yang disebut agama. Agama sudah seperti partai politik, yang bertujuan mengumpulkan massa sebanyak-banyaknya untuk akhirnya mendapat kekuasaan dan berkuasa. Berkuasa dimana? Entah. Di surga, mungkin. Yang nyata mereka yang mayoritas sekarang bisa berkuasa di bumi. Nah, berhubung Agama banyak, sama halnya partai politik, selalu ada oposisi. Bedanya, Agama modal dan taruhannya adalah iman. Kemunculan oposisi-oposisi dalam agama, menggoncangkan iman orang-orang sakit ini, apakah rekan-rekan pengikutnya berubah haluan. Dan mungkin, mengancam eksistensi “ketua umum partai mereka” yang mereka sebut dengan beraneka nama, diuniversalkan menjadi Tuhan. Insecurity, modal iman yang seupil, dan racun dalam hati (yang entah dari dimensi alam, atau ada yang menyuntikannya) membuat banyak orang telah Sakit.

Sederhananya, Agama yang hakikinya sebuah Cinta dan Keagungan, berubah menjadi senjata paling “suci”untuk membunuh. Yang tentunya hanya dipakai oleh pembunuh. Pembunuh tidak punya cinta. Pembunuh adalah pembunuh.

Ada apa dengan orang-orang yang mudah tersinggung dengan perbedaan?
Ada apa dengan nama Tuhan yang berbeda?
Ada apa dengan Agama yang berbeda?
Ada apa dengan keyakinan yang berbeda?
Ada apa dengan rumah ibadah dan ritual yang berbeda?
Ada apa dengan esensi utama A-gama = tidak kacau?
Ada apa dengan perbedaan?
Semua sedang sakit.

Kiamat yang katanya datang sebentar lagi seperti prematur. Kiamat yang diprediksikan banyak orang pada tanggal-tanggal tertentu sepertinya sudah terjadi. Kiamat yang konon katanya mendatangkan Tuhan kedua kalinya itu sepertnya hadir sebelum waktunya. Bahkan mungkin Tuhanpun masih belum mempersiapkan apa-apa untuk kunjungan ke bumi, tapi makhluknya telah menciptakan kiamatnya sendiri.

Banyak orang sakit haus darah. Sambil berteriak “Allah Maha Besar” mereka mempertunjukkan keahliannya dalam “membela tuhan”. Banyak orang sakit gerah. Darah menjadi dingin dan mulai membakar amarah. Sasarannya masih sama, perbedaan. Banyak orang sakit menjadi gila. Entah Tuhan yang mana yang dibela. Yang lebih parahnya lagi, mungkin ada di antara orang sakit tersebut, yang menjadi sumber dari segala penyakit, haus kekuasaan dan menjadi Setan!

It is forbidden to kill; therefore all murderers are punished unless they kill in large numbers and to the sound of trumpets. ~Voltaire, War

Beginilah surat cinta sepasang kekasih;
Sayangku, Aku tidak peduli Tuhanmu atau Tuhanku yang benar. Aku tidak peduli Agamaku atau Agamamu yang akan menghantar kita ke surga. Aku mencintaimu seperti Tuhan mencintai aku dan kamu. Jangan lelah berdoa. Sekalipun Tuhan tidak menjawab, dan kita harus terpisah atau mati, yakinlah kau akan menjadi bidadariku di surga. -

Kutipan-kutipan tweet dari rekan-rekan twitter:

@provokatrok: Silahkan AMBIL saja TUHAN, MILIKI saja TUHAN. Masuklah beramai-ramai sana ke SURGA. PEMBUNUH!!

@Bijiganja: Sekali lagi..utk yg merasa minoritas, bersiaplah..REZIM SBY tidak berpihak kpd kalian..Welcome to Indonesiarabia!!

@pensiil: should we stop expecting anything from the goverment?

@gusmusgusmu: Manusia beriman: Bersikap sederhana, SANTUN, berakhlak mulia, & penuh kasihsayang. Tdk serakah, tdk pembenci, tdk pendengki, dan tdk kejam.

Jangankan Punah, kalo gw bisa pake kata “tidak pernah ada” nanti “ada banyak” yang protes, yaitu para penganut everlasting Love.

Sayangnya dari kecil gw sudah tidak melihat apa itu Kesejatian. Sayang sekali dari kecil gw sudah terlalu muak dicekokin kebohongan, perselingkuhan, ketidaksetiaan, kemunafikan, drama, sandiwara, dan kesementaraan.

Bahkan lebih sadis lagi, itu yang membentuk gw sampai segininya. haaaaaaaaaahhhhhhhh Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
kangeeen sama belaian para makhluk Pecinta. Tapi BOSAAAANNN dengan segala kebohongan!

bagaimana bisa engkau berikrar janji sehidup semati sedangkan kalau pasangan mu mati kau kawin lagi??? bagaimana mungkin engkau berkata mencintai Tuhan yang tidak keliatan sedangkan yang didepan matamu kau hantam dengan pisau. bagaimana bisa engkau berkata “aku kan setia”sedang hasratmu akan ORANG LAIN lebih besar dari kesetianmu pada SATU ORANG. macam mana CINTAmu bisa kau bilang sejati sedang DUNIA ini tidak sejati.

Gw terlampau haru dengan diri ini. bahkan hati, lidah, pikiran, mata, sudah MATI RASA menikmati kepunahan ini dikeseharian. seperti TIDAK PEDULI tapi mau TERIAK.

Ada yang mereka-reka, Janes ini pasti hasil dari kegagalan, dan kekecewaan di kehidupan lalu.
and i said, YES.

Tanah Air

October 11, 2010 | | Leave a Comment

Sebagai rakyat jelata, aku berseru kepada pemimpinku di atas. Semoga beliau-beliau dengar walau aku tidak pakai toak, dan aku bukan warga amerika. Read more

Transisi Kelamin

October 7, 2010 | | 1 Comment

powerAku ini wanita. Seutuhnya. Bukan jadi-jadian. Punggungku tidak bolong. Kepalaku tidak terpaku. Jalanku tidak ngesot. Aku ini wanita. Tapi terkadang galau juga, seringkali ingin punya otot. Bisa ngotot. Ngentot sesuka hati. Tapi Aku ini wanita. Mulutku sering diperban, kadang pakai pembalut. Katanya banyak omong, bikin kalut. Aku juga punya otak, masakah tidak boleh berontak? Ya, Aku memang wanita. Kepalang tanggung bikin rusuh, ya sudah banyak musuh. Suruh berlutut sambil basuh, huh, bau asu. Kadang ingin punya zakar. Kekar. Bikin bunga mekar. Pokoknya jadi gemetar. Ah, Monyet! Aku ini wanita! Seringkali Aku berpikir lebih dalam dari lautan, tapi masih dibilang dangkal. Berwawasan seluas daratan, masih dianggap persetan. Karena Aku wanita, katanya! Tapi Aku sadar. Aku memang wanita. Punya hati. Punya misi. Punya asi. Punya berahi. Ternyata Aku dalam transisi. Menemukan kewanitaanku, walau Aku bukan lelaki. Aku dalam transisi untuk berkata bahwa, wanita juga bisa ‘berisi’.

Sepertinya hati Bergoncang
Bagai badai Antartika
Otak memutar memasung
Hikmat nalar mendangkal

Terus saja bertanya
Mempertanyakan..
Mencari..
Dan dicari

Saling menengok
Memasang mimik sangar
Tapi niat tobat
Ah, ngeri!

Sudahlah,
Dengan apa burung tahu Induknya
Toh ia akan lupa
Tapi juga ingat sih!

Aku pergi untuk pulang
Aku ragu untuk percaya
Aku hilang untuk ditemukan
Aku murtad untuk Tobat,.

MY FATHER

October 29, 2009 | | 12 Comments

Mungkin orang lain akan kesulitan menilai karakteristik bokap gue bila mengenal hanya sekejap mata saja. Mungkin memang butuh waktu yang cukup lama dan relasi yang dalam untuk paham mengenai kepribadian bokap gue. Dan hidup hampir 21 thn bersama dia membuat gue cukup berani menggambarkan dan membanggakan karakterisitik kuat bokap gue, yang ga jauh, membentuk karakter gue juga.

Bokap gue lahir di Porsea, SuMut, 1942 (sebelum kemerdekaan). Dia lahir bukan dari keluarga kaya atau ternama, dia lahir bukan diKota Medan

melainkan di perkampungan kecil di Sumut yg ga semua orang tau. Ayah gue dididik keras oleh keluarganya dengan Adat Istiadat yang mengental. Dididik bagaimana untuk bertani, cari kayu di hutan, dan taat pada adat istiadat batak. Dalam keterbatasan ekonomi keluarga bokap gue saat itu, tapi mereka tetap nekat menyekolahkan bokap gue. Berbekal tekat kuat, bokap gue selesai hingga gelar Docktor (S3) Hukum, Universitas Sumatera Utara. Tapi Mempunyai gelar tinggi bukan jaminan KESUKSESAN. Ayah gue merintis hidupnya mulai dari jadi dosen di kampus USU, sampai pedagang kecil. Hingga sekarang ia menjadi wiraswasta yg memiliki badan usaha Perseroan Terbatas di bidang Transportasi, dimana TIDAK ADA karyawan LUAR yang mengelola administrasinya, karena yang bekerja didalammnya adalah BOKAP gue, NyOkap gue, dan GUE. (karyawan extern office hanya Supir dan Kernet Tanki). Hal ini memperkuat Riset bahwa KNOWLEDGE atau pendidikan yang Tinggi itu hanya berpengaruh 10% pada KESUKSESAN seseorang, 90% lainnya yang PALING berpengaruh adalah SKILL, KEMAUAN, KHARISMA, dan KEPERCAYAAN. Read more

Benar dan Salah (Pilihan)

October 29, 2009 | | 4 Comments

Kalau saja dunia ga terlalu banyak menawarkan pilihan, pasti akan sangat mudah untuk menjalani suatu hal. sayangnya, pilihan itu justru terlalu banyak, bahkan membingungkan. Sayangnya lagi, Adam dan Hawa telah terlebih dulu memilih untuk berbuat dosa, sampai akhirnya itu menurun sampai sekarang. Sayangnya lagi, apa yang benar dan salah itu hanya samar-samar. Read more

Yang Paling BUSUK

October 29, 2009 | | 1 Comment

Did u ever think of me, as ur bestfriend? hahaha saya tak jua mengerti sahabat, keluarga, teman, kekasih, mempelai, atau apapun statusnya. Saya sedang kecewa sekarang dengan diri saya sendiri, dengan orang lain, dengan sahabat, dengan teman, dengan keluarga, dengan seseorang yang bernama JANES!.

Read more

Tumpahan HATI..

October 29, 2009 | | 1 Comment

Hm..

Mulai dari nol.

mari mulai..

Saya bahagia saat ini, sangat bahagia. Saya melihat banyak orang tertawa, tersenyum, bercanda, seolah..mereka hidup hanya untuk itu..

Tapi, saya rasa memang untuk itu kita hidup. :)

Read more